BONE – Suasana duka menyelimuti keluarga Talib bin Beddu Daeng Makkelo, seorang nelayan berusia sekitar 50 tahun asal Kelurahan Tippulue, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan pergi melaut seorang diri.
Kabar duka tersebut diterima keluarga pada Kamis, 15 Oktober 2026, setelah beredarnya video penemuan mayat yang terapung di sekitar perairan Cenrana, Kabupaten Bone.
Sebelumnya, Talib diketahui berangkat mencari ikan pada Selasa sore, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 17.00 WITA. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan pemancing tradisional atau *pattabere* itu mencari ikan di sekitar perairan Pelabuhan Bajoe.
Namun, setelah berangkat melaut, korban tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga kemudian mendapat kabar bahwa seorang pria ditemukan meninggal dunia di laut setelah video penemuan mayat tersebut viral.
Informasi itu semakin menguatkan kekhawatiran keluarga, terlebih kapal yang diduga berkaitan dengan korban ditemukan di wilayah perairan Lamuru.
Tim gabungan Basarnas kemudian melakukan evakuasi terhadap korban. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang.
Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba dan disambut oleh kerabat yang telah menanti dengan penuh kecemasan. Kepergian Talib meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang sebelumnya berharap korban dapat kembali dengan selamat setelah melaut.
Peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga korban sekaligus mengingatkan akan risiko yang dihadapi para nelayan tradisional ketika mencari nafkah di laut.
Hingga kini, kronologi lengkap kejadian serta penyebab pasti meninggalnya korban masih perlu dipastikan berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang.













