Example 728x250
Bone

Pementasan Kolosal “Gelora dari Lumbung Kehidupan” Memukau Puncak Gau Maraja 2026

4
×

Pementasan Kolosal “Gelora dari Lumbung Kehidupan” Memukau Puncak Gau Maraja 2026

Sebarkan artikel ini

BONE — Panggung puncak Gau Maraja 2026 di Kabupaten Bone berlangsung semarak. Orkestra Santri Al Ikhlas Ujung berkolaborasi dengan sejumlah pekerja seni dan pelaku budaya Bone menghadirkan pertunjukan kolosal drama teatrikal, tari, dan musik bertajuk “Lappo Ase (Gelora dari Lumbung Kehidupan)”.

Pertunjukan tersebut dikemas dengan memadukan kekuatan musik, gerak tari, dan drama teatrikal. Kolaborasi para seniman berhasil membawa penonton menyaksikan kisah yang erat dengan kehidupan masyarakat, khususnya hubungan manusia dengan tanah, pangan, dan budaya yang tumbuh dari kehidupan agraris.

Tema “Lappo Ase”juga selaras dengan tema besar Gau Maraja 2026, “Simfoni Lumbung: Merayakan Budaya dan Pangan”.

Tema tersebut mengangkat sejarah panjang peradaban agraris sekaligus menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat.

Melalui seni pertunjukan, isu pangan tidak hanya disampaikan sebagai persoalan produksi dan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan peradaban. Lumbung menjadi simbol kehidupan, kebersamaan, gotong royong, serta keberlanjutan generasi.

Di atas panggung, Orkestra Santri Al Ikhlas Ujung bersama para pekerja seni Bone menerjemahkan gagasan tersebut melalui perpaduan musik, tari dan drama teatrikal. Setiap unsur pertunjukan menjadi bagian dari cerita besar tentang kehidupan masyarakat yang tumbuh dari tanah dan hasil pertanian.

Dr. Sn. Ichsan, S.Pd., M.Sn., salah satu sosok yang merupakan General Director dibalik suksesnya pertunjukan tersebut, mengatakan para seniman yang terlibat hanyalah sebagian kecil dari potensi pekerja seni yang dimiliki Kabupaten Bone.

Menurutnya, saat ini para pelaku seni – budaya di Bone membutuhkan ruang atau wadah untuk berkreasi dan berkolaborasi secara independen.

Ia berharap, kedepannya Pemerintah Daerah Bone mau memberikan perhatian lebih kepada para pelaku seni – budaya yang selama ini telah konsisten membawa misi pelestarian dan pengembangan budaya di Bumi Arung Palakka.

> “Yang terlibat dalam pertunjukan ini hanyalah segelintir perwakilan dari pelaku seni yang ada di Kabupaten Bone. Jumlahnya bahkan menyentuh angka ribuan, namun sampai saat ini belum ada ruang representatif bagi mereka sebagai wadah berkolaborasi secara kolektif untuk berekspresi dan berkreasi, gedung kesenian misalnya,” ujar Ichsan.

Gau Maraja 2026 menjadi panggung bagi para seniman dan penggiat budaya untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan potensi wilayahnya.

Tahun ini, Kabupaten Bone dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Gau Maraja yang mengangkat “Simfoni Lumbung: Merayakan Budaya dan Pangan” sebagai tema besar.

Melalui tema tersebut, Gau Maraja tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga mengajak masyarakat melihat kembali jejak sejarah peradaban agraris dan pentingnya ketahanan pangan.

Sementara melalui “Lappo Ase (Gelora dari Lumbung Kehidupan)”, para seniman Bone menghadirkan tafsir mereka terhadap tema tersebut dalam bahasa seni—menghidupkan cerita tentang tanah, pangan, kehidupan dan kebudayaan dalam satu panggung.

Pada akhirnya, panggung Gau Maraja menjadi ruang pertemuan antara seni, sejarah, budaya dan pangan, sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi dan kreativitas dapat berjalan beriringan dalam membaca masa lalu dan merawat masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
error: Content is protected !!