Example 728x250
Bone

Sinergi TNI-Polri dan BNNK, Lapas Watampone Gelar Penggeledahan Gabungan

3
×

Sinergi TNI-Polri dan BNNK, Lapas Watampone Gelar Penggeledahan Gabungan

Sebarkan artikel ini

BONE — Memperkuat deteksi dini sekaligus mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone menggelar penggeledahan gabungan di blok dan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (23/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut melibatkan jajaran Lapas Watampone bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Sebanyak 60 personel eksternal diterjunkan, terdiri dari 10 personel Kodim 1407 Bone, 10 personel BNNK Bone, 20 personel Polres Bone, dan 20 personel Brimob Batalyon C Bone.

Mereka bersinergi dengan 93 petugas Lapas Watampone dan 17 peserta magang dalam melakukan pemeriksaan di sejumlah blok dan kamar hunian WBP.

Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh personel terlebih dahulu mendapat pengarahan mengenai teknis pelaksanaan, pembagian tugas, serta penegasan agar kegiatan dilakukan secara tertib, humanis dan profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

Petugas kemudian menyisir kamar hunian dan memeriksa sejumlah barang yang ditemukan. Dari pemeriksaan terhadap 15 kamar WBP, petugas menemukan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Barang-barang tersebut antara lain sendok dan peralatan makan berbahan logam, silet, piring kaca, korek api, tali dan kabel, paku, baut, kartu domino, gunting, cutter hingga botol.

Seluruh barang temuan kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan dan inventarisasi serta penanganan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.

Kepala BNN Kabupaten Bone, Risman Sani, menyambut positif pelaksanaan penggeledahan gabungan tersebut.

Menurutnya, hasil pemeriksaan yang menunjukkan tidak ditemukannya narkoba dan handphone menjadi indikator positif dalam pengawasan lingkungan Lapas.

“Hasil sidak yang menunjukkan kondisi zero narkoba dan zero handphone menjadi capaian positif. Ini menunjukkan pengawasan yang dilakukan Lapas Watampone berjalan dengan baik sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung P4GN dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkotika,” ujar Risman.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, **Rahnianto**, menegaskan bahwa penggeledahan gabungan bukan sekadar pemeriksaan rutin, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem deteksi dini.

“Penggeledahan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan tertib. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, BNNK, dan Brimob sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Rahnianto.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam memperkuat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui pemeriksaan secara berkala dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum, Lapas Watampone berupaya menjaga kondisi hunian tetap aman, tertib dan kondusif, sekaligus mencegah masuknya barang-barang yang dilarang ke dalam Lapas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
error: Content is protected !!