Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Waspada Penipuan Visa Haji, Akun Facebook Tawarkan Keberangkatan Instan dan Visa Mujamalah

16
×

Waspada Penipuan Visa Haji, Akun Facebook Tawarkan Keberangkatan Instan dan Visa Mujamalah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Public, News– Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap maraknya penawaran visa haji melalui media sosial. Baru-baru ini, beredar sebuah akun Facebook yang menawarkan visa haji dengan iming-iming bisa langsung berangkat tahun ini menggunakan “visa haji resmi” tanpa antrean panjang.

Dalam postingannya, akun tersebut menuliskan, “Yang mau langsung berangkat tahun ini menggunakan visa haji resmi langsung diproses.” Selain itu, akun yang sama juga mempromosikan visa resmi haji mujamalah untuk tahun 2027 dengan narasi, “Hubungi kami ada promo mulai hari ini, siapkan data dan dana, kuota terbatas.”

Example 300x600

Penawaran tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena diduga berpotensi menjadi modus penipuan berkedok keberangkatan haji instan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya telah mengingatkan calon jemaah agar lebih selektif dalam memilih jalur keberangkatan haji, khususnya terkait haji furoda atau visa mujamalah.

Menurutnya, masyarakat harus waspada apabila ada pihak yang menawarkan keberangkatan haji tanpa antre dan bisa langsung berangkat dalam waktu singkat.

“Ketika ada iming-iming haji tanpa antre dan langsung berangkat, dapat dipastikan itu ilegal dan penipuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng menjelaskan bahwa Visa Mujamalah merupakan visa undangan khusus dari Pemerintah Arab Saudi bagi warga negara Indonesia di luar kuota haji reguler maupun haji khusus.

Visa tersebut dikenal juga dengan istilah Haji Furoda dan memungkinkan jemaah berangkat tanpa menunggu antrean panjang. Namun, biaya yang dibutuhkan sangat besar, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026, otoritas Arab Saudi dikabarkan tidak menerbitkan visa mujamalah. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran yang beredar di media sosial.

“Kalau ada yang menawarkan visa mujamalah tahun ini, masyarakat perlu sangat berhati-hati dan memastikan legalitasnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Pihak Kementerian Agama mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa izin resmi penyelenggara perjalanan ibadah haji dan tidak mudah tergiur janji keberangkatan cepat tanpa prosedur yang jelas.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *