Example 728x250
Daerah

URC Polres Enrekang Gerak Cepat Redam Potensi Bentrokan Usai Kericuhan Turnamen Sepak Bola

19
×

URC Polres Enrekang Gerak Cepat Redam Potensi Bentrokan Usai Kericuhan Turnamen Sepak Bola

Sebarkan artikel ini

Public, Enrekang— Situasi pascakericuhan dalam turnamen sepak bola di Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sempat memanas. Sejumlah pemuda kemudian berkumpul di kawasan jalan area Resting, Selasa (18/8/2026) malam, sehingga dikhawatirkan terjadi bentrokan lanjutan.

Merespons kondisi tersebut, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polres Enrekang bersama personel Polsek dan Babinsa langsung turun ke lokasi. Langkah cepat dilakukan untuk memisahkan kerumunan dan memastikan persoalan tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.

Peristiwa awal terjadi sekitar pukul 21.30 WITA saat turnamen sepak bola yang mempertemukan tim Garutu, Desa Kalosi, Kecamatan Alla, dengan tim dari Desa Singki, Kecamatan Anggeraja. Dalam pertandingan tersebut terjadi perkelahian yang kemudian berlanjut dengan berkumpulnya sejumlah pemuda dari Desa Singki.

Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H., memimpin langsung penanganan bersama Kanit Pidum Ipda Musafir Musa, SE. Personel kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Babinsa serta tokoh masyarakat guna meredam situasi.

Dalam penanganan tersebut, polisi bersama Babinsa mengurai kerumunan dan memastikan pihak-pihak yang terlibat tidak kembali terlibat dalam aksi saling serang.

Dua orang, masing-masing berinisial OM (24) dan DCS (25), turut diamankan untuk dimintai keterangan. Pengamanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi tetap terkendali sekaligus mencegah terjadinya aksi susulan.

Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Dodie Ramaputra mengatakan, langkah cepat aparat merupakan bentuk antisipasi agar persoalan yang bermula dari pertandingan sepak bola tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Kami bergerak cepat untuk mencegah persoalan ini berkembang. Yang paling penting adalah memastikan tidak ada bentrokan susulan dan situasi kembali kondusif,” ujar Dodie.

Selain tindakan pengamanan, polisi menempuh pendekatan persuasif dengan mempertemukan pihak-pihak yang terlibat. Upaya mediasi dilakukan agar persoalan dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan persoalan baru.

Dodie juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami mengimbau semua pihak menahan diri. Jangan melakukan tindakan provokatif ataupun main hakim sendiri. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang tepat,” katanya.

Koordinasi antara kepolisian, Babinsa dan tokoh masyarakat terus dilakukan untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.

Respons cepat personel Polsek dan Tim URC Sat Reskrim Polres Enrekang bersama dukungan Babinsa serta tokoh masyarakat akhirnya berhasil mengurai kerumunan dan mencegah terjadinya bentrokan susulan.

Hingga penanganan selesai, situasi dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. Kepolisian memastikan pemantauan tetap dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan setelah insiden tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
error: Content is protected !!