BONE— Kobaran api memang telah padam. Namun, bagi warga Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, musibah kebakaran masih menyisakan luka dan pekerjaan panjang untuk kembali menata kehidupan.
Sedikitnya 13 rumah warga terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sebagian rumah rusak dan sebagian lainnya tak lagi dapat menjadi tempat tinggal seperti sebelumnya.
Di tengah kondisi itu, kepedulian masyarakat hadir untuk membantu para korban.
Forum Bersama Anti Narkoba (FORBES) bersama Assitobonengeng, Jamaah Kendari dan Jamaah Sinjai menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran pada Selasa, 15 September 2026.
Bantuan tersebut sebelumnya dihimpun FORBES melalui aksi solidaritas dengan melibatkan berbagai pihak. Dari penggalangan tersebut, terkumpul donasi lebih dari Rp7 juta yang kemudian disalurkan langsung kepada para korban.
Ketua FORBES Anti Narkoba Andi Singkeru Rukka*bersama sejumlah anggota FORBES turut hadir dalam penyerahan bantuan.
Menurut Andi Singkeru Rukka, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami kepada saudara-saudara yang terdampak kebakaran. Semoga dapat sedikit meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Andi Singkeru Rukka.
Sebanyak 13 paket bantuan disalurkan kepada warga. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, telur dua rak, mi instan dua dus, serta uang tunai Rp200 ribu.
Selain kebutuhan pokok, bantuan juga dilengkapi pakaian laki-laki campuran, pakaian campuran, pakaian layak pakai, serta 1 lusin sarung.
Bagi para korban, bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta mengembalikan rumah dan harta benda yang hilang. Namun, kepedulian itu menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.
Kebakaran telah mengubah banyak hal dalam sekejap. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berkumpul keluarga kini menyisakan puing.
Namun dari tengah puing-puing itu, tumbuh solidaritas. Ada masyarakat yang memilih datang, mengulurkan tangan dan berbagi apa yang mereka miliki.
FORBES menilai kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya bergerak dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga melalui aksi sosial dan kemanusiaan.
Di Sanrangeng, api telah padam. Tetapi semangat untuk membantu para korban kembali bangkit diharapkan terus menyala.













