Public, Soppeng – Salah satu dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng diduga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian warga karena lokasi dapur disebut berada dekat aliran sungai dan kawasan pemukiman masyarakat.
Keberadaan dapur MBG yang setiap hari melakukan aktivitas memasak dalam jumlah besar dinilai berpotensi menghasilkan limbah cair maupun sisa bahan makanan. Warga khawatir jika limbah tersebut dibuang tanpa proses pengolahan yang sesuai, maka dapat mencemari lingkungan sekitar, terutama sungai yang berada tidak jauh dari lokasi.
Limbah tersebut dapat dampak kesehatan apabila pengelolaan limbah tidak dilakukan secara benar. Apalagi dapur MBG merupakan fasilitas yang berkaitan langsung dengan penyediaan makanan, sehingga standar kebersihan dan sanitasi dinilai harus menjadi perhatian utama.
“Kalau memang belum ada IPAL, tentu ini harus segera dibenahi. Jangan sampai program yang tujuannya baik malah memunculkan masalah lingkungan baru,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.
Diketahui, keberadaan IPAL menjadi salah satu komponen penting dalam operasional fasilitas pengolahan makanan berskala besar. Selain menjaga kebersihan lingkungan, IPAL juga berfungsi mengurangi risiko pencemaran air dan gangguan terhadap masyarakat sekitar.













