BONE – Semangat persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Gema Raya Sanipatha Tri Suci Waisakha Puja 2570 BE/2026 se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang digelar di Graha Saloka Saba Vihara Dharma Palakka, Kabupaten Bone, Minggu (28/6/2026).
Perayaan Waisak terbesar umat Buddha di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tersebut menjadi momentum spiritual yang mempertemukan umat Buddha dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Aula Graha Saloka Saba Vihara Dharma Palakka yang diharapkan menjadi pusat pembinaan umat sekaligus ruang mempererat kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Tri Suci Waisak bukan sekadar peringatan hari besar keagamaan, melainkan momentum untuk merefleksikan tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian Pencerahan Sempurna, dan Parinibbana.
Menurutnya, ketiga peristiwa tersebut mengandung ajaran universal yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Nilai-nilai kebijaksanaan, pengendalian diri, welas asih, serta penghormatan terhadap sesama menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis.
“Nilai-nilai tersebut sesungguhnya sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, kita membutuhkan semangat kebersamaan, toleransi, saling menghormati, dan gotong royong agar dapat terus menjaga harmoni dalam kehidupan masyarakat,” ujar Andi Asman.
Ia menilai ajaran Buddha tentang metta atau cinta kasih universal dan karuna atau welas asih mengajarkan pentingnya memperlakukan setiap manusia dengan penuh penghormatan tanpa membedakan latar belakang. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Kabupaten Bone maupun Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa semangat Waisak sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan saling mendukung. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam perayaan Waisak dapat terus dirawat sebagai modal sosial untuk mewujudkan daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
Peresmian Aula Graha Saloka Saba Vihara Dharma Palakka pun dinilai menjadi tonggak penting bagi perkembangan umat Buddha di Kabupaten Bone. Keberadaan aula tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pembinaan karakter, dialog, serta kegiatan sosial yang menebarkan nilai-nilai kebajikan kepada masyarakat luas.
Mengakhiri sambutannya, Andi Asman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Vihara Dharma Palakka, para donatur, tokoh agama, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan aula tersebut.
“Semoga aula ini menjadi tempat lahirnya berbagai kegiatan yang membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Semoga pula keberadaannya semakin mempererat hubungan antarumat beragama dan memperkuat semangat toleransi di Kabupaten Bone,” pungkasnya.













