Public, Soppeng – Sebanyak 10 utusan DPD Partai NasDem Kabupaten Soppeng mengikuti kegiatan pendidikan dan penguatan kader di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, 17–20 September 2026, di Kampus Akademi Bela Negara NasDem, Jalan Pancoran Timur II, Pancoran, Jakarta Selatan. Alamat tersebut sesuai dengan informasi resmi ABN NasDem.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 400 peserta yang berasal dari tiga provinsi. Peserta terdiri atas unsur pengurus DPW, DPD, serta anggota Fraksi Partai NasDem.
Dari Kabupaten Soppeng, DPD NasDem mengutus 10 peserta. Mereka terdiri dari empat orang dari Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Soppeng serta enam orang dari unsur pengurus dan sayap Partai NasDem Soppeng.
Akademi Bela Negara NasDem sendiri merupakan lembaga pendidikan kader yang didirikan pada 2017. ABN memiliki fokus pada pendidikan karakter, wawasan kepartaian dan wawasan kebangsaan, dengan visi membentuk kader yang cerdas, militan dan terampil.
Keikutsertaan kader NasDem Soppeng dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Tak ada alasan untuk tidak terus belajar. Kami berharap DPD NasDem Soppeng akan melahirkan kader-kader militansi yang akan terus bergerak dalam semangat restorasi dan kepedulian terhadap sesama,” demikian disampaikan pihak DPD NasDem Soppeng.
Menurutnya, proses kaderisasi juga diharapkan mampu melahirkan tokoh-tokoh penggerak yang memiliki integritas, gagasan dan inovasi, serta memiliki kemandirian dan keteguhan dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“NasDem insyaallah akan melahirkan tokoh penggerak yang berintegritas dengan segala gagasan dan inovasinya, tangguh dalam kemandiriannya, berdiri tegak untuk kehormatannya, yang tak lain insyaallah demi kemaslahatan bersama,” lanjutnya.
Kegiatan di ABN NasDem menjadi bagian dari upaya pendidikan dan penguatan kapasitas kader. Dalam berbagai programnya, ABN memang menempatkan pendidikan kepribadian, kepartaian dan kebangsaan sebagai bagian dari proses kaderisasi.











