Example 728x250
Bone

Pria di BTN Cilellang Mas Diamuk Warga Setelah Diduga Kepergok di Rumah Perempuan Bersuami

5
×

Pria di BTN Cilellang Mas Diamuk Warga Setelah Diduga Kepergok di Rumah Perempuan Bersuami

Sebarkan artikel ini

BONE — Suasana dini hari di Kompleks BTN Cilellang Mas, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendadak memanas pada Sabtu sekitar pukul 01.00 WITA.

 

Seorang pria berinisial JR (30) diamuk warga setelah diduga ditemukan berada di dalam rumah seorang perempuan berinisial NI, yang diketahui masih berstatus sebagai istri orang.

 

Peristiwa tersebut bahkan direkam menggunakan kamera warga dan videonya kemudian beredar di media sosial.

 

Dalam rekaman yang beredar, JR terlihat menjadi sasaran amukan sejumlah orang. Seorang pria tampak melayangkan pukulan, sementara beberapa warga lainnya berusaha menghentikan aksi tersebut.

 

Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas di rumah NI. Rumah tersebut disebut beberapa kali didatangi seorang pria yang tidak dikenal warga sekitar.

 

Kecurigaan semakin menguat lantaran suami NI diketahui sedang bekerja di Kota Palopo.

 

Warga kemudian mendatangi rumah tersebut untuk memastikan keberadaan pria yang selama ini dicurigai.

 

Saat pintu rumah diketuk, salah seorang yang berada di dalam disebut sempat mengintip melalui kaca jendela. Warga kemudian melihat seorang pria berada di dalam rumah dalam kondisi tidak mengenakan baju dan tampak sedang memperbaiki celananya.

 

Emosi warga yang tidak terbendung membuat JR menjadi sasaran pukulan.

dalam situasi yang berlangsung tegang, JR disebut masih sempat menerima pukulan dan tendangan sebelum akhirnya diamankan.

 

Personel Sat Intelkam Polres Bone yang menerima laporan terkait keributan tersebut langsung bergerak menuju lokasi.

 

Petugas kemudian mengamankan JR ke tempat yang lebih aman untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan susulan, khususnya dari pihak keluarga suami NI.

 

Hingga kini, polisi masih mendalami peristiwa tersebut dengan meminta keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan secara utuh bagaimana JR bisa berada di dalam rumah NI serta bagaimana rangkaian kejadian hingga berujung pada aksi penganiayaan.

 

Polisi juga perlu memastikan fakta di lapangan sebelum menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat.

 

Kasus ini menjadi perhatian setelah rekaman penggerebekan dan aksi amukan tersebut menyebar di media sosial.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
error: Content is protected !!