Example 728x250
Soppeng

Peringati Maulid di Amessangeng, Wabup Soppeng Minta Maaf di Hadapan Ribuan Warga, Ada Apa?

4
×

Peringati Maulid di Amessangeng, Wabup Soppeng Minta Maaf di Hadapan Ribuan Warga, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

Public, Soppeng – Ada momen menarik dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Amessangeng, Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/10/2026) malam. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, mengungkapkan kerinduannya terhadap kampung halaman sekaligus mengajak sang istri, dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb., untuk kembali menghadiri kegiatan keagamaan di tanah kelahirannya.

Perayaan Maulid Nabi yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WITA itu dihadiri ribuan warga serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan tersebut, terlebih saat Selle menyampaikan pesan personal tentang pentingnya menjaga hubungan dengan kampung halaman.

Dalam sambutannya, Selle mengaku sengaja mengajak istrinya pulang ke Amessangeng. Menurutnya, di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan, kampung halaman tetap memiliki tempat istimewa yang tidak boleh dilupakan.

“Saya mengajak istri saya untuk pulang kampung. Sesibuk apa pun, kami harus ke sini (Amessangeng) karena ada acara Maulid,” katanya di hadapan masyarakat.

Selle menyadari tanggung jawabnya sebagai Wakil Bupati Soppeng menuntut perhatian dan waktu yang besar. Berbagai urusan pemerintahan membuat dirinya harus membagi waktu untuk menjalankan amanah kepada masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesibukan tersebut bukan berarti dirinya melupakan tanah kelahiran dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila selama ini belum memiliki kesempatan untuk lebih sering berada di kampung halaman.

“Mohon maaf kalau selama ini saya masih sibuk mengurus kampung orang. Tetapi percayalah, kampung halaman tidak pernah saya lupakan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian masyarakat. Di tengah tanggung jawabnya sebagai pejabat daerah, Selle menekankan bahwa hubungan emosional dengan tanah kelahiran tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Ia bahkan mengungkapkan keinginannya untuk memprioritaskan tanggung jawab pembangunan yang sedang diemban sebelum memberikan perhatian lebih besar terhadap kampung halamannya.

“Saya ingin fokus dulu membangun kampung orang, kampung halaman saya biar paling terakhir,” bebernya.

Bagi Selle, kampung halaman bukan sekadar tempat seseorang dilahirkan, tetapi juga ruang yang menyimpan kenangan, identitas, serta ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga meskipun seseorang memiliki kesibukan dan tanggung jawab besar.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Amessangeng pun menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antara dirinya dan masyarakat. Kehadirannya bukan hanya dalam kapasitas sebagai Wakil Bupati Soppeng, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki ikatan dengan tanah kelahirannya.

Dalam kesempatan itu, Selle turut mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, memperkuat kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Maulid bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Mari kita saling memaafkan dan menjaga persaudaraan,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi penutup yang menegaskan makna peringatan Maulid Nabi di Amessangeng. Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, momentum itu menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga persaudaraan, merawat silaturahmi, dan tidak melupakan akar kehidupan di tengah berbagai kesibukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300