Example 728x250
Pinrang

IWO Pinrang Desak Operasional Dapur MBG Lanrisang Jampue Dihentikan Sementara

1
×

IWO Pinrang Desak Operasional Dapur MBG Lanrisang Jampue Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini

Public, Pinrang — Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pinrang mendesak Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pinrang untuk menghentikan sementara operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Lanrisang Jampue, Kecamatan Lanrisang.

Desakan tersebut muncul setelah IWO Pinrang menilai lokasi dapur diduga tidak memenuhi standar sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN), serta berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan dan higienitas makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.

Ketua IWO Kabupaten Pinrang, Soemarlin Putra, mengatakan lokasi dapur MBG tersebut berada di lingkungan yang dinilai memiliki sejumlah potensi sumber kontaminasi.

Menurutnya, dapur berada tepat di bawah penangkaran sarang burung walet. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat fasilitas yang dinilai kurang mendukung aspek kebersihan dan keamanan pangan.

“Bagaimana keamanan dan higienitas makanan bisa dijamin jika lokasi dapur berada di lingkungan yang berpotensi menjadi sumber kontaminasi? Sekitar 70 meter di belakang dapur terdapat area pemakaman dan tempat pembakaran sampah (tungku). Ini menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak,” tegas Soemarlin saat ditemui, Kamis (13/8/2026).

IWO Pinrang meminta Korwil SPPG Pinrang segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi secara menyeluruh terhadap kondisi Dapur MBG Lanrisang Jampue.

Menurut Soemarlin, apabila hasil pemeriksaan membuktikan bahwa lokasi tersebut tidak memenuhi standar keamanan pangan maupun ketentuan dalam Juknis BGN, maka operasional dapur sebaiknya dihentikan sementara hingga dilakukan perbaikan atau relokasi ke lokasi yang lebih memenuhi persyaratan.

Ia menegaskan, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar pelaksanaan program MBG tidak justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.

“Program MBG tentu harus tetap berjalan. Namun, standar keselamatan, kebersihan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai persoalan lokasi dan higienitas baru ditindaklanjuti setelah terjadi sesuatu,” ujarnya.

IWO Pinrang juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah wilayah Kabupaten Pinrang. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap dapur SPPG menjalankan kegiatan sesuai ketentuan dan mampu memberikan makanan yang aman serta layak konsumsi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait yang telah dikonfirmasi melalui sambungan seluler, baik Korwil SPPG Kabupaten Pinrang maupun Kepala SPPG Lanrisang Jampue, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan persoalan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
error: Content is protected !!