Example 728x250
Soppeng

Diduga Berebut Air Sawah, Seorang Petani di Soppeng Tewas Ditikam Rekannya

31
×

Diduga Berebut Air Sawah, Seorang Petani di Soppeng Tewas Ditikam Rekannya

Sebarkan artikel ini
ket foto : warga mengevakuasi korban

Public, Soppeng – Perselisihan yang diduga dipicu persoalan pembagian air irigasi berujung maut di area persawahan Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Rabu (15/7/2026) pagi.

Seorang petani bernama Alimuddin (68), warga Launga, Kelurahan Appanang, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh sesama petani.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perselisihan bermula dari persoalan aliran air irigasi untuk lahan persawahan. Adu mulut antara korban dan terduga pelaku kemudian memanas hingga berujung perkelahian menggunakan senjata tajam.

Korban mengalami luka tusuk pada bagian dada. Meski sempat mendapat penanganan, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramah Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di area persawahan Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, pada Rabu sekitar pukul 07.30 WITA,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korban adalah Alimuddin (68), seorang petani asal Launga, Kelurahan Appanang. Sementara terduga pelaku berinisial S (48), yang juga berprofesi sebagai petani dan merupakan warga Kelurahan Appanang.

“Berdasarkan keterangan awal, kejadian diduga dipicu persoalan aliran air irigasi persawahan yang kemudian berujung perselisihan dan perkelahian menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka tusuk pada bagian dada dan meninggal dunia,” jelas AKP Dodie.

Usai kejadian, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti.

Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, penyidik menyita dua bilah parang yang diduga digunakan atau berkaitan dengan peristiwa tersebut.pinr

“Saat ini kami masih mendalami secara utuh rangkaian kejadian dan motifnya. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan sesuai hasil proses penyidikan,” tambah AKP Dodie.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300