Bone, – Suasana tenang di perbatasan Desa Sadar dan Desa Pallawa, Kecamatan Tellulimpoe, menyimpan potret kelam aktivitas perjudian sabung ayam yang disebut-sebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Arena yang dulunya sempat dimusnahkan oleh aparat penegak hukum, kini muncul kembali dengan wajah baru: lebih rapi, lebih besar, dan lebih terselubung.
Dari informasi yang dihimpun, arena sabung ayam ini tak hanya dikunjungi warga lokal. Pesertanya datang dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan. Praktik ilegal ini bahkan dijuluki sebagai “kelas kakap” karena nilai taruhannya yang mencapai puluhan juta rupiah.
“Lokasinya memang di wilayah Desa Sadar, tapi akses masuknya lebih mudah lewat Desa Pallawa,” ujar seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan, Kamis (24/7/2025). “Taruhannya besar. Saya pernah lihat ada yang main sampai Rp30 juta. Biasanya tiga kali seminggu mereka main.”
Ironisnya, dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik tersebut menambah kekecewaan publik. Seorang oknum disebut menerima setoran rutin dari aktivitas itu. “Dia tidak datang langsung ke lokasi. Cuma tunggu di sekitar sungai, nanti ada orang yang serahkan uangnya, sekitar Rp3 juta,” beber sumber itu.
Keberadaan praktik perjudian ini bukan hal baru bagi warga sekitar. Namun, upaya penertiban yang dilakukan selama ini dianggap hanya bersifat reaktif, bukan solutif. “Biasanya kalau sudah viral, baru ditindak. Tapi beberapa waktu kemudian muncul lagi, seolah-olah memang dibiarkan,” keluhnya.
Kepala Desa Sadar, Andi Ashar Alam, mengakui bahwa pihaknya telah beberapa kali memberi teguran kepada pelaku, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
“Kami sudah imbau dan tegur. Tapi lokasinya jauh dari permukiman, dan kami kesulitan mengawasi karena aksesnya juga lewat desa lain,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (25/7/2025).
Harapan kini tertuju pada aparat penegak hukum untuk menindak tegas tanpa pandang bulu. Bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan tindakan berkelanjutan untuk menutup celah hukum yang selama ini memberi ruang bagi perjudian berjubah tradisi ini untuk tumbuh subur di wilayah perbatasan.










