BONE— Warga Jalan Andi Ali, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan tiga buah benda yang diduga bahan peledak, Rabu (23/9/2026).
Ketiga benda tersebut ditemukan seorang buruh bangunan saat menggali tanah untuk membuat pondasi rumah milik warga.
Buruh bangunan bernama Rano Ihsan awalnya menggali tanah menggunakan linggis. Saat menggali, linggis yang digunakannya secara tidak sengaja mengenai benda keras yang berada di dalam tanah.
Merasa curiga, Rano kemudian menghentikan pekerjaannya dan memeriksa benda tersebut. Ia kemudian menemukan tiga benda yang bentuknya diduga menyerupai bahan peledak.
Rano pun panik dan meminta bantuan warga sekitar. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengamankan area untuk mencegah warga mendekat.
Dari pemeriksaan awal, tiga benda tersebut terdiri dari satu benda yang diduga berjenis manggis dan dua benda yang diduga granat nanas.
Tim Penjinak Bom atau Jibom Sat Brimob Batalyon C Polda Sulsel kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap ketiga benda tersebut. Dari hasil pemeriksaan petugas, benda yang ditemukan tersebut diduga masih dalam kondisi aktif sehingga penanganannya dilakukan secara khusus.
Ketiga benda itu kemudian dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke Mako Brimob untuk diamankan.
Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan untuk memastikan tidak ada benda lain yang diduga bahan peledak tertinggal di dalam tanah.
Rencananya, ketiga benda tersebut akan dilakukan disposal atau pemusnahan di Lapangan Tembak Desa Lemoape, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone.
Proses evakuasi sempat menjadi tontonan warga yang berada di sekitar lokasi. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mendekati atau menyentuh benda mencurigakan yang diduga bahan peledak dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.













