Example 728x250
Soppeng

Pertumbuhan Ekonomi Soppeng Melambat, dari 9,39 Persen di Triwulan I Menjadi 2,91 Persen

6
×

Pertumbuhan Ekonomi Soppeng Melambat, dari 9,39 Persen di Triwulan I Menjadi 2,91 Persen

Sebarkan artikel ini

Public, Soppeng-Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng mengalami perlambatan cukup tajam pada Triwulan II 2026 jika dibandingkan dengan Triwulan I 2026.

Berdasarkan dua rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, pertumbuhan ekonomi secara year-on-year (y-on-y) pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 9,39 persen. Memasuki Triwulan II 2026, angka tersebut turun menjadi 2,91 persen.

Artinya, terjadi penurunan pertumbuhan sebesar 6,48 poin persentase hanya dalam satu triwulan. Perubahan juga terlihat pada pertumbuhan ekonomi secara quarter-to-quarter (q-to-q). Pada Triwulan I 2026, ekonomi Soppeng masih tumbuh 1,15 persen dibandingkan Triwulan IV 2025. Namun pada Triwulan II 2026, pertumbuhan q-to-q justru berubah menjadi -2,15 persen, atau mengalami penurunan sebesar 3,30 poin persentase.

Dari sisi nilai PDRB, kondisi tersebut juga terlihat dari perbandingan kedua periode. PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) pada Triwulan I 2026 tercatat Rp4.485,28 miliar, kemudian pada Triwulan II turun menjadi Rp4.453,95 miliar. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp31,33 miliar.

Sementara PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) juga turun dari Rp2.318,86 miliar pada Triwulan I menjadi Rp2.269,00 miliar pada Triwulan II 2026. Selisihnya mencapai sekitar Rp49,86 miliar.

Pada Triwulan I 2026, sejumlah sektor mencatat pertumbuhan tinggi. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh 23,13 persen, kemudian Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 17,32 persen, serta Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 11,38 persen.

Memasuki Triwulan II, BPS mencatat lima lapangan usaha dengan distribusi terbesar. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB Soppeng, yakni 29,26 persen. Namun dari sisi pertumbuhan, sektor tersebut justru mengalami kontraksi -2,56 persen.

Sementara itu, Administrasi Pemerintahan tumbuh 10,60 persen, Konstruksi 9,03 persen, dan Industri Pengolahan 6,95 persen.

Data tersebut memperlihatkan adanya perbedaan cukup besar antara kinerja ekonomi Soppeng pada awal tahun dan Triwulan II 2026. Jika pada Triwulan I pertumbuhan tahunan masih berada di level 9,39 persen, pada Triwulan II turun menjadi 2,91 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
error: Content is protected !!