Example 728x250
Bone

Dari Sekolah untuk Demokrasi, KPU Bone Dampingi Pilketos SMA 13 Watampone

2
×

Dari Sekolah untuk Demokrasi, KPU Bone Dampingi Pilketos SMA 13 Watampone

Sebarkan artikel ini

 

BONE — Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri 13 Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai memasuki tahapan persiapan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone hadir di sekolah tersebut untuk menjadi pembina upacara sekaligus menghadiri pengukuhan Panitia Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti jajaran KPU Kabupaten Bone, di antaranya Kadiv Teknis, Kadiv Parhumas dan SDM, Kasubag serta staf Parhumas, bersama para guru dan siswa SMA Negeri 13 Watampone.

Kehadiran KPU Bone merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan KPU Provinsi Sulawesi Selatan dalam pendampingan Pemilihan Ketua OSIS serentak tingkat SMA se-Sulawesi Selatan tahun 2026.

Pendampingan tersebut menjadi tahun kedua setelah pelaksanaan serupa pada tahun sebelumnya dinilai berhasil. Tahun ini, pemungutan suara Pilketos SMA Negeri 13 Watampone dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026.

Dalam amanahnya sebagai pembina upacara, Zaenal menyampaikan bahwa pemilihan ketua OSIS tidak semata-mata menjadi agenda organisasi siswa. Lebih dari itu, Pilketos diharapkan menjadi ruang belajar demokrasi bagi para siswa.

Menurutnya, sekolah dapat menjadi laboratorium demokrasi untuk mengenalkan kepada siswa bagaimana proses demokrasi berlangsung secara sehat, sekaligus memberikan pemahaman sejak dini mengenai berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merusak nilai-nilai demokrasi.

“Pilketos ini diharapkan bisa menjadi laboratorium demokrasi bagi siswa-siswi. Mereka tidak hanya belajar memilih dan dipilih, tetapi juga memahami praktik-praktik demokrasi yang baik serta mengenali berbagai penyimpangan yang dapat merusak nilai demokrasi yang ideal,” ujar Zaenal.

Sementara itu, Abdul Asis mengatakan, proses pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS merupakan pengalaman pendidikan yang sangat berharga bagi siswa.

Melalui proses tersebut, siswa dapat belajar mengenai hak suara, kebebasan menentukan pilihan, hingga tanggung jawab sebagai pemilih maupun calon pemimpin.

“Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS adalah sebuah pengalaman pendidikan yang sangat berharga. Melalui proses pemilihan ini, siswa belajar tentang prinsip-prinsip demokrasi, seperti hak suara, kebebasan memilih, serta tanggung jawab sebagai pemilih dan calon pemimpin,” kata Abdul Asis.

Ia menambahkan, proses Pilketos juga menjadi sarana untuk membangun partisipasi aktif siswa dalam kehidupan organisasi dan proses pengambilan keputusan.

Kepala SMA Negeri 13 Kabupaten Bone, Nur Abidin, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Bone yang telah hadir memberikan pendampingan kepada pihak sekolah dan para siswa.

Ia menilai edukasi tersebut penting, terutama karena sebagian siswa SMA nantinya akan menjadi pemilih pemula dalam berbagai agenda demokrasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Bone yang berkenan hadir di sekolah kami. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena telah memberikan pencerahan dan pendampingan, khususnya kepada siswa-siswa kami dalam menghadapi Pilketos sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemilih pemula pada perhelatan demokrasi yang akan datang,” ujarnya.

Ketua Panitia Pilketos SMA Negeri 13 Watampone, Zaskia, juga mengapresiasi pendampingan yang dilakukan KPU Kabupaten Bone.

Ia berharap pelaksanaan Pilketos tahun ini berjalan lancar dan mampu menghasilkan pemimpin OSIS yang dapat menjadi wadah aspirasi serta kegiatan positif bagi seluruh siswa.

“Semoga pelaksanaan Pilketos tahun ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang dapat membawa organisasi OSIS menjadi wadah aspirasi dan berkegiatan teman-teman siswa SMA 13. Ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami dalam manajemen kepemimpinan sekaligus memahami nilai-nilai demokrasi,” kata Zaskia.

KPU Kabupaten Bone berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pemilihan ketua OSIS semata. Pendampingan demokrasi di lingkungan sekolah diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang memahami hak, kewajiban, serta etika dalam berdemokrasi.

Langkah yang dilakukan di tingkat sekolah memang terlihat sederhana. Namun, dari proses memilih, menghormati perbedaan pilihan, hingga menerima hasil pemilihan, siswa diperkenalkan pada nilai-nilai dasar demokrasi yang kelak akan mereka bawa ketika menjadi pemilih dalam pemilu dan berbagai perhelatan demokrasi lainnya.

KPU Kabupaten Bone menilai, pendidikan demokrasi sejak dini merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas demokrasi di masa mendatang.

Sedikit langkah yang dimulai dari lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi masa depan demokrasi, khususnya di Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300
error: Content is protected !!