Example 728x250
Bone

Polisi Jadi Korban Pengeroyokan Brutal, Enam Pelaku Diburu Lalu Dibekuk Resmob

239
×

Polisi Jadi Korban Pengeroyokan Brutal, Enam Pelaku Diburu Lalu Dibekuk Resmob

Sebarkan artikel ini

Public, Bone – Aksi kekerasan kembali mengguncang jantung Kota Watampone. Lapangan Merdeka, ruang publik yang semestinya menjadi tempat berkumpul masyarakat, berubah menjadi arena pengeroyokan brutal pada Minggu dini hari, 12 Juli 2026. Korbannya bukan hanya seorang pemuda berusia 23 tahun, tetapi juga seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia yang masih aktif bertugas.

Korban berinisial MM (23), warga Desa Tanah Batue, Kecamatan Libureng, diduga menjadi sasaran penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 Wita itu menambah daftar panjang tindak kekerasan jalanan yang meresahkan masyarakat.

Tak membutuhkan waktu lama, Satuan Reserse Kriminal Polres Bone melalui Unit Resmob langsung bergerak melakukan pengejaran. Hasilnya, kurang dari 48 jam sejak laporan diterima, enam terduga pelaku berhasil diringkus.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji K., S.Tr.K., S.I.K., M.H.Li., membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, penyelidikan dilakukan secara intensif hingga seluruh pihak yang diduga terlibat berhasil diidentifikasi dan diamankan.

Enam terduga pelaku masing-masing berinisial FDL (20), SKR (23), ALW (25), FTR (20), RDW (22), dan EC (23). Mereka ditangkap pada Senin malam, 13 Juli 2026, sekitar pukul 21.30 Wita, di kawasan Lapangan Merdeka—lokasi yang sama tempat korban diduga dikeroyok.

Dalam pemeriksaan awal, keenam terduga mengakui keterlibatan mereka dalam aksi penganiayaan tersebut. Pengakuan itu kini diperkuat dengan pendalaman keterangan para saksi serta pengumpulan alat bukti untuk memastikan peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut.

Kasus ini menyita perhatian karena korban merupakan anggota Polri aktif. Meski demikian, penyidik menegaskan proses hukum dilakukan secara profesional dan objektif. Hingga kini, polisi masih mendalami motif yang melatarbelakangi aksi pengeroyokan dan tidak menutup kemungkinan adanya fakta-fakta baru yang akan terungkap selama proses penyidikan berlangsung.

Seluruh terduga kini mendekam di ruang tahanan Mapolres Bone dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi keamanan di ruang-ruang publik Kabupaten Bone. Pengeroyokan yang dilakukan secara beramai-ramai bukan hanya melukai korban, tetapi juga menunjukkan masih adanya kecenderungan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Ketika ruang publik berubah menjadi tempat aksi brutal, rasa aman masyarakat ikut dipertaruhkan.

Polres Bone menegaskan tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang memilih jalan kekerasan. Setiap pelaku tindak pidana akan diburu dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi kepada pihat berwajib.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 325x300